°
BISMILLAH WASSHOLATU WASSALAMU ALA ROSULILLAH
BISMILLAH WASSHOLATU WASSALAMU ALA ROSULILLAH
=========================================================================
KITAB: I'ANATUNNISA'
BAHASAN: MASALAH HAID, NIFAS, ISTIKHADLOH DLL
MUSHONNIF: Al Qadir Al Jalil Muhammad Bin Abdul Qadir Bafaadhil
ALIH BAHASA: Muhammad Wildan Basri
=========================================================================
KITAB: I'ANATUNNISA'
BAHASAN: MASALAH HAID, NIFAS, ISTIKHADLOH DLL
MUSHONNIF: Al Qadir Al Jalil Muhammad Bin Abdul Qadir Bafaadhil
ALIH BAHASA: Muhammad Wildan Basri
=========================================================================
BAB ISTIKHADLOH
(Lanjutan)
(Lanjutan)
Mustahadloh yang pertama: Mubtadiah Mumayyizah.
Mubtadiah Mumayyizah adalah perempuan yang baru pertama haid dan dia mampu membedakan darah (kuat atau lemah) yang keluar.
Adapun hukumnya, darah yang lemah dinamakan _Istikhadloh_ dan darah yang kuat adalah darah haid.
Ini berlaku baik darah kuat keluar lebih dulu, belakangan, atau ada ditengah selagi tidak selang-seling.
Ini berlaku baik darah kuat keluar lebih dulu, belakangan, atau ada ditengah selagi tidak selang-seling.
Mumtadiah Mumayyizah dapat dihukumi demikian apabila memenuho 4 syarat berikut ini:
1. Darah kuat tidak kurang dari sehari semalam (waktu sedikitnya haid).
1. Darah kuat tidak kurang dari sehari semalam (waktu sedikitnya haid).
2. Darah kuat tidak lebih dari 15 hari 15 malam (paling lamanya waktu haid).
3. Darah lemah tidak kurang dari 15 hari 15 malam (paling sedikitnya masa suci) apabila darahnya keluar terus menerus.
4. Antara darah kuat dengan lemah tidak selang seling.
Apabila keempat syarat tidak lengkap maka masuk ke golongan (kedua) Mubtadiah ghoiru mumayyizah.
Bagi Mubtadiah mumayyizah pada bulan pertama, mandinya harus menunggu genap 15 hari 15 malam. Baginya waji meng-_Qodlo_ sholat yang ditinggalkan selama mengeluarkan darah yang lemah.
Untuk bulan ke dua dan seterusnya, mandinya sewaktu darah lemah sudah keluar.
Dan dalam bulan tersebut Ia sudah tidak mempunyai utang sholat.
Dan dalam bulan tersebut Ia sudah tidak mempunyai utang sholat.
Wa Allah A'lam Bisshowab.
Komentar
Posting Komentar